Harga Kakao Naik, Estimasi Produksi Kakao Turun

(Teknosignal – Commodity) – Harga Kakao pada penutupan Kamis naik karena perkiraan dari Rabobank bahwa produksi kakao Afrika akan turun.

Harga kakao Desember di ICE New York naik $50 (2%) menjadi $2.555 per ton dan harga kakao Desember di ICE London naik 0,63%.

Rabobank memperkirakan bahwa produksi kakao Afrika pada 2021/22 akan turun 6% dari tahun lalu dan perkiraan defisit pada 2021/22 akan berkurang. Rabobank menurunkan target harganya di Q4-2021 menjadi $2.650/ton dari perkiraan bulan Agustus sebesar $2.725/ton tetapi harga masih akan naik dalam jangka panjang.

Pada hari Rabu, harga Kakao turun ke level terendah 2 bulan dan di London turun ke level terendah 1 bulan karena berkurangnya permintaan kakao. Pada hari Jumat, kakao yang digiling di Q3 Asia naik 4,1% dari tahun lalu menjadi 210.970 MT, di bawah perkiraan 5,5% dari tahun lalu. Pada hari Kamis, Asosiasi Penganan Amerika Utara melaporkan bahwa biji kakao di Q3 di Amerika Utara naik 4,3% dari tahun lalu menjadi 123,399 MT di bawah perkiraan 6,6% dari tahun lalu. Sementara itu, permintaan kakao Eropa naik setelah Asosiasi Kakao Eropa melaporkan pada hari Rabu bahwa kakao bubuk pada kuartal ketiga di Eropa naik 8,7% dari tahun lalu menjadi 375,811 MT, lebih baik dari perkiraan 5,8% peningkatan dari tahun lalu.

Baca Juga  Sepatu lari terbaik kami di tahun 2021 mendapatkan penurunan harga yang sangat besar pada obral Black Friday

Gepex, gabungan eksportir kakao dari 6 negara produsen kakao terbesar, Selasa melaporkan bahwa kakao olahan September naik 11,3% dari tahun lalu menjadi 49.574 MT.

Pada tanggal 31 Agustus Organisasi Kakao Internasional (ICCO) menaikkan perkiraan produksi kakao global 2020/21 sebesar 5,14 MMT dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,02 MMT, menghasilkan surplus global 2020/21 sebesar 230.000 MT dari perkiraan sebelumnya sebesar 165.000 MT.

Pasokan kakao melimpah dari Ghana, produsen kakao terbesar kedua di dunia setelah Dewan Kakao Ghana melaporkan membeli 1,05 MMT kakao dari petani dari 1 Oktober hingga 30 September. Data 27 September dari Nigeria, produsen kakao terbesar kelima di dunia, ekspor kakao Nigeria di bulan Agustus naik 700% dari tahun lalu menjadi 20.873 MT.

Baca Juga  Pantauan Harga Mobil Toyota Fortuner VNT

Penurunan persediaan kakao AS mengirim harga naik setelah persediaan kakao AS di bawah kendali ICE pada hari Rabu jatuh ke level terendah 5 bulan, turun dari rekor tertinggi 5,86 juta (data dari 1999) pada 30 Juni dan juga stok kakao UE turun ke jumlah terendah. . 8 bulan pada Selasa lalu. Stok kakao di bawah pengawasan ICE pada Kamis sebanyak 5.373 juta karung.

Pada tanggal 4 Oktober harga kakao naik ke level tertinggi 10 1/4 bulan di New York dan level tertinggi 7 1/4 bulan di London karena perkiraan bahwa permintaan kakao akan meningkat karena berkurangnya penularan virus covid 19, rata-rata 7 hari covid transmisi di AS turun ke level terendah 2 bulan pada hari Minggu sebesar 84.798 sehingga pembatasan akan dibuka kembali dan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga permintaan kakao akan meningkat sehingga harga kakao dapat meningkat

Baca Juga  Pengecer Jerman mengungkapkan harga Pixel 6 dan hadiah praorder | TeknoSignal

Pemerintah Pantai Gading melaporkan pada hari Selasa bahwa pengiriman petani ke pelabuhan adalah 185.956 MT dengan total kumulatif kakao yang dikirim oleh petani Pantai Gading ke pelabuhan dari 1 – 17 Oktober turun 14,9% dari tahun lalu pada periode yang sama.

Hasil kakao di Ghana membuat harga kakao meningkat setelah Dewan Kakao Ghana pada 6 Oktober memperkirakan panen kakao di Ghana pada 2021/22 akan turun 5,6% dari tahun lalu menjadi 950.000 MT dari perkiraan 1,06 MMT pada 2020/21.

Analisis teknis untuk kakao, support pertama berada di $2.470 dan selanjutnya di $2.400 sedangkan resistance pertama di $2.540 dan selanjutnya di $2.630.

Loni T / Analis Senior Divisi Pusat Penelitian Vibiz, Vibiz Consulting

Editor : Asido



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *