Perbaikan Ekonomi Berlanjut, Pasar Keuangan Positif — Outlook Pasar Domestik, 25-29 Oktober 2021 oleh Alfred Pakasi

Gambar Vibizmedia

(Teknosignal – Catatan Redaksi) – Pasar investasi domestik pekan lalu diwarnai sejumlah isu, antara lain:

  • Pasar keuangan domestik terus positif dan optimis, dengan IHSG mendekati rekor tertinggi.
  • Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI7DRR di level 3,50%.
  • Rendahnya jumlah kasus baru Covid-19 dan tingkat pemulihan yang tinggi terus menjaga optimisme pasar.

Untuk korban virus di Indonesia, kabar resmi terbaru sekitar 4.238 ribu orang telah terinfeksi, 4.080 ribu telah pulih dengan tingkat pemulihan tinggi 96,27%, dan lebih dari 143,1 ribu orang meninggal.

Pekan berikutnya, isu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi di dalam dan luar negeri kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar saat ini? Berikut detail dari Teknosignal Domestic Market Review dan Outlook 25-29 Oktober 2021.

===

Pekan lalu, IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat di minggu keenamnya, ditopang kembali oleh aksi beli investor asing, meski pergerakannya tertahan aksi profit taking. Sementara itu, bursa saham Asia bias menguat. Secara mingguan, IHSG ditutup naik 0,16% atau 10.400 poin menjadi 6.643,738. IHSG berada di level tertinggi 2 tahun 8 bulan. Untuk pekan berikutnya (25-29 Oktober 2021), IHSG berpeluang untuk mencatat rekor tertinggi untuk kemudian tertahan. pengambilan keuntungan. Secara mingguan, IHSG berada di antara resistance di 6.693 dan 6.796. Sementara itu, jika Anda menghadapi tekanan jual di level ini, mendukung ke level 6.451, dan jika tembus ke level 6.202.

Baca Juga  Transisi Ekonomi Melalui Ekonomi Rendah Karbon Perlu Peran Penting Perbankan!

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pekan lalu terkoreksi dari level tertinggi 8 bulan oleh pembalikan aliran dana ke dolar AS arus keluar modal short, sehingga rupiah berakhir melemah 0,34% secara mingguan ke level Rp 14.122. Sementara itu, dolar global terpantau kembali terkoreksi. Nilai tukar USD/IDR dalam sepekan mendatang diperkirakan akan kembali turun, atau kemungkinan rupiah akan kembali menguat secara bertahap, pada pekan berikutnya. jangkauan antara resistance di Rp14.275 dan Rp14.336, sedangkan support di Rp14.040 dan Rp13.955.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau naik secara mingguan, terlihat dari pergerakan turun hasil obligasi dan berakhir pada 6,183% pada akhir pekan. Hal itu terjadi di tengah pembalikan aksi jual oleh investor asing di SBN. Sementara hasil Treasury AS sedang mencoba untuk bangkit kembali.

Baca Juga  Inflasi, Relockdown, dan Akselerasi Pengetatan Moneter — Global Market Outlook, 22-26 November 2021 oleh Alfred Pakasi

===

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Oktober 2021 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending . Fasilitas 4,25%.

Perbaikan ekonomi domestik terus berlanjut. Pada triwulan III 2021, kinerja ekonomi diperkirakan akan terus membaik ditopang oleh kinerja ekspor yang masih tinggi serta aktivitas konsumsi dan investasi yang meningkat sejalan dengan pelonggaran pembatasan mobilitas.

Perbaikan ekonomi yang berkelanjutan tercermin dari perkembangan indikator awal hingga Oktober 2021, seperti penjualan ritel, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, transaksi pembayaran melalui SKNBI dan RTGS, serta ekspor. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan terus membaik hingga triwulan IV sehingga secara keseluruhan tahun 2021 akan tetap berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia sebesar 3,5%-4,3%.

Berdasarkan data transaksi 18-21 Oktober 2021, non residen di pasar keuangan domestik melakukan pembelian bersih sebesar Rp0,71 triliun, terdiri dari penjualan bersih di pasar SBN sebesar Rp1,35 triliun dan pembelian bersih sebesar Rp2. .

Baca Juga  Ramalan Zodiak Finansial 12 Oktober 2021, Leo Hindari Pengeluaran yang Tidak Perlu!

Perbaikan pada sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia bergerak menuju pemulihan pada tahun 2021.

===

Jika pembaca memperhatikan, maka masalah rencana dapat dilihat lonjong dan kenaikan suku bunga dari Amerika seringkali sangat mewarnai dan menggerakkan pasar, termasuk pasar domestik. Demikian pula, ketidakjelasan penanganan perkembangan di sejumlah negara maju justru dapat menggerakkan mata uang dan pasar modal. Ini dia faktornya dasar-dasar utama merupakan penggerak utama pasar. Isu-isu ekonomi di Amerika akan terus berlangsung dengan berbagai dinamikanya, dan juga seringkali sampai pada aspek politik. Kami akan terus melihat sejumlah masalah penggerak pasar lainnya. Teknosignal.com akan menjadi partner Anda sebagai investor dalam memantau setiap pergerakan pasar dengan cermat diperbarui dan detail. Terima kasih telah bersama kami karena kami ada di sini untuk investasi Anda yang sukses, pembaca setia Teknosignal!

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *