Rokok dengan cukai berkurang, ilegal semakin dominan

TEKNOSIGNAL.COM Ketua Umum Gabungan Gabungan Produsen Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan, mengatakan kondisi produksi rokok legal terus mengalami tren penurunan sejak 2013 hingga 2021.

“Oleh tren linier, Produksi rokok turun 3,56 miliar batang setiap tahun dari 2013 hingga 2021,” katanya saat Hasil Survei Rokok Ilegal di Indonesia, Jakarta (24/10/2021).

Ia mengatakan dampak bagi petani, jika setiap batang rokok membutuhkan rata-rata 1 gram tembakau per batang, maka penyerapan tembakau akan berkurang setiap tahun sebesar 3.556 ton.

Henry mencatat pada 2020 produksi sigaret kretek mesin (SKM) turun 47,6 miliar batang (turun 17 persen) dengan penurunan penyerapan 47.600 ton tembakau pada 2020 di pabrik SKM.

Baca Juga  Nokia G50 5G Bocor dalam Gambar HD dengan Layar Resolusi Rendah, Desain Biasa, dan Harga Murah | TeknoSignal

Kemudian, untuk produksi Industri Hasil Tembakau (IHT) pada 2021, Gappri memperkirakan akan mencapai 297,53 miliar batang atau turun 10 persen dari tahun ke tahun.

Menurut dia, hal ini disebabkan kenaikan cukai IHT yang berlebihan pada 2020, di mana tarif naik 23 persen dan HJE naik 35 persen. Kemudian daya beli masyarakat menurun.

Terakhir, dampak produksi SKM dan SPM turun 51,5 miliar batang dan secara keseluruhan turun 33 miliar batang atau turun 9,1 persen.

Alhasil, peredaran rokok ilegal akan meningkat pada 2020 menurut perkiraan Gappri.

“Kami perkirakan produksi 297,53 miliar batang pada 2021 (turun 10 persen) atau rokok legal, turun 66,0 miliar batang dibandingkan 2019. Kami perkirakan akan diganti dengan rokok ilegal,” tambahnya.

Baca Juga  Smartphone Xiaomi dengan layar 4K OLED lolos TENAA

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *