Uang Beredar Tumbuh Meningkat di Oktober 2021

(Teknosignal – Banking & Insurance) – Bank Indonesia baru saja merilis data posisi uang beredar Oktober 2021. Likuiditas ekonomi atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Oktober 2021 tumbuh meningkat. Posisi M2 Oktober 2021 tercatat sebesar Rp7.490,7 triliun atau tumbuh 10,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (8,2%, yoy). Peningkatan ini didorong oleh akselerasi pertumbuhan jumlah uang beredar yang sempit[1] (M1) sebesar 14,6% (yoy) dan uang kuasi yang tumbuh 6,0% (yoy).

Peningkatan terjadi pada komponen M1 dan uang kuasi. M1 tumbuh 14,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (11,2%, yoy), didorong oleh peningkatan pertumbuhan giro rupiah dan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu.

Baca Juga  Rekomendasi Harian Indeks Hang Seng 4 Oktober 2021

Pertumbuhan M2 Oktober 2021 dipengaruhi oleh Net Foreign Asset dan Net Domestic Asset. Aset Luar Negeri Bersih tumbuh 5,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan September 2021 sebesar 5,0% (yoy). Aset Dalam Negeri Neto tumbuh 12,1% (yoy), naik dari bulan sebelumnya 9,3% (yoy), didorong oleh pertumbuhan Tagihan Bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit yang lebih tinggi.

Piutang Bersih kepada Pempus tumbuh 30,4% (yoy), meningkat dari 16,1% (yoy) pada bulan sebelumnya. Sementara itu, tren peningkatan pinjaman[2] masih tumbuh sebesar 3,0% (yoy) pada bulan laporan, meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,1% (yoy).

Catatan:

[1] Sejak data posisi September 2021, M1 terdiri dari Valuta Luar Bank Umum dan BPR, Giro Rupiah dan Tabungan Rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu. Penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini dapat dilihat pada publikasi UB Analysis periode data Agustus 2021.

Baca Juga  Pemerintah Akan Lelang SUN Seri 7 Pada Selasa 12 Oktober 2021

[2] Kredit yang diberikan dibatasi hanya dalam bentuk pinjaman (Pinjaman), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang setara dengan pinjaman, seperti surat berharga (Keamanan hutang), tagihan penerimaan (Penerimaan Bankir), dan Penagihan Repo. Selain itu, pinjaman yang diberikan tidak termasuk pinjaman yang diberikan oleh kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri, dan pinjaman yang diberikan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.

Belinda Kosasih/ Rekan Layanan Bisnis Perbankan/ Vibiz Consulting



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *